MEDIA PEMBELAJARAN

FE UNISDA Lamongan
SELAMAT DATANG
FE UNISDA Turut berbelasungkawa atas wafatnya Dekan Ekonomi Bpk "Drs Ec UMARUL FARUQ MSi" Semoga diterima disisinya. AMIIIN

Kamis, 08 Oktober 2015

SAP Manajemen

Pertemuan 1 BAB.1. Pengantar : Manajemen & Manajer Pertemuan 2 BAB-2. Sejarah Pemikiran dan Perkembangan Teori Di Bidang Manajemen Pertemuan 3 BAB-3. Analisis Lingkungan & Kebijakan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Manajemen Pertemuan 4 BAB-4. Visi Misi Tujuan (Goal) Perusahaan & Forecasting Pertemuan 5 BAB.5. Planning : Perencanaan Konsep, Proses dan Kriteria Pertemuan 6 BAB.6.Organizing & Staffing Struktur Organisasi dan Penyusunan Personalia UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) Pertemuan 7 BAB.7.Delegating & Coordinating Pendelegasian Wewenang dan Koordinasi Pertemuan 8 BAB.8. Actuating & Leading Menggerakkan dan Memimpin Jalannya Perusahaan Pertemuan 9 BAB.9. Leadership (Kepemimpinan) Pertemuan 10 BAB.10. Teori Motivasi, Prestasi dan Kepuasan Kerja Pertemuan 11 BAB.11. Controlling : Pengawasan dan Pengendalia Pertemuan 12 BAB.12. Decision Making : Pengambilan Keputusan UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

SAP Perpajakan

1 DASAR-DASAR PERPAJAKAN TIU: Mahasiswa dapat memahami perpajakan secara umum 2 & 3 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN TIU: Mahasiswa dapat memahami Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan 4 PAJAK PENGHASILAN TIU : Mahasiswa dapat memahami Pajak Penghasilan secara umum 5 & 6 PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TIU : Mahasiswa dapat memahami PPh 21 7 PAJAK PENGHASILAN PASAL 22 dan 24 TIU : Mahasiswa dapat memahami PPh pasal 22 dan PPh pasal 24 8 PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 dan 26 TIU : Mahasiswa dapat memahami PPh pasal 23 dan pasal 26 9 PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 dan PAJAK PENGHASILAN FINAL TIU : Mahasiswa dapat memahami Pajak Penghasilan pasal 25 dan Pajak Pengha-silan bersifat Final 10 & 11 PAJAK PERTAMBAHAN NILAI dan PAJAK PENJUALAN BARANG MEWAH TIU : Mahasiswa dapat memahami PPN dan PPnBM 12 PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TIU : Mahasiswa dapat memahami PBB 13 BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN ATAU BANGUNAN dan BEA METERAI TIU : Mahasiswa dapat memahami BPHTB dan BEA METERAI

SAP Aplikasi Komputer

Pertemuan Ke Kompetensi 1 dan 2 - Mahasiswa dapat menjelaskan isi pokok dari mata kuliah teori dan aplikasi komputer. - Mhs dapat menjelaskan definisi Komputer, jenis dan generasi perkembangannya 3 Mendemonstrasikan manajemen file dan folder dengan Microsoft Windows 3 dan 4 Mengetik dan memanipulasi teks dengan Microsoft Word 5 Membuat footnote, header-fooder melalui fasilitas menu insert, membuat tabel, membuat WordART, membuat daftar isi melalui fasilitas table of contens 6 dan 7 Membuat presentasi sederhana dengan menggunakan Microsoft Powerpoint 8 Membuat tabel, chart, dan memasukkan gambar dalam slide presentasi di MS Powerpoint dan mencetak hand out ke printer 9 MID TEST 10 dan 11 Membuat tabel sederhana dan menerjemahkan operasi matematika dasar ke dalam format Excel 12 Membuat grafik histogram dan poligon serta mencetaknya ke printer 13 dan 14 Penjelajahan di dunia maya (browsing/surfing) 15 Membuat dan mendemonstrasikan penggunaan email

Kamis, 09 Juli 2015

Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN A. Pengertian Kewirausahaan Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis. Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber : Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan. B. Tujuan Kewirausahaan Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosetase keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan, Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%, menurut informasi yang saya baca di internet hari ini tanggal 5 Maret 2012 jumlahnya telah melonjak tajam menjadi maka tidaklah mengherankan apabila saat ini, kondisi pereekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negeara tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang hampir 13% penduduknya menjadi wirausahawan. Maka dari itu, dengan ditumbuh kembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khusunya generasi muda atau mahasiswa, untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeking). Dengan dilandasi semangat nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersaing dikancah percaturan perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang termotivasi untuk meningktakan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam bidang kewirausahaan yang berdaya saing tinggi. Mengapa dengan semakin banyak wirausahawan disuatu negara akan meningkatkan daya saing negara tersebut ?, jawabanya saya kira cukup jelas. Pertama, sebuah negara yang memiliki wirausahawan banyak tentunya akan mendapatkan penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi yang mereka lakukan, coba bayangkan apabila suatu negara terlalu banyak pegawai negeri sipil yang kurang atau bahkan tidak produktif, maka mereka setiap bulan memakan anggaran negara untuk menggaji mereka, namun sumbangsih mereka pada perekonimian nasional sangat minim baik dari segi pajak maupun tingkat konsumsi. Mari kita lihat contoh lainya, dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif, dan tidak menghancurkan pengusaha maupun pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di bank-bank dalam negeri, sehingga perputaran uang semakin lancar, dengan hal tersebut modal mereka akan bertambah sehingga mampu menembus pangsa pasar global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor dan akan menambah devisa negara secara signifakan, maka dengan hal tersebut sangatlah jelas, bahwa kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting untuk menaikkan harkat martabat suatu bangsa dikancah internasional. Selanjutnya ditinjau dari segi GNP (Gross National Product), apabila semakin banyak uang yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, karena berwirausaha maka uang yang dihasilkan berpeluang semakin besar, berbeda dengan gaji yang nominalnya relatif tetap. Akan meningkatkan GNP yaitu keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi warga negara penduduk tersebut dimanapun berada (di dalam dan luar negeri), dengan meningkatkan GNP ini akan semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro, dan mempercepat roda pembangunan nasional, karena ketersediaan anggaran semakin meningkat. Dari beberapa dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfa’at bagi masyarakat luas. C. Teori Kewirausahaan Seiring berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang, maka lahirlah berbagai macam teori tentang kewirausahaan, akan coba saya uraikan berbagai teori kewirausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Neo Klasik Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya. 2. Kirzerian Entrepreneur Dalam teori Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia, keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha, sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha. Dari berbagai disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang dipandang dari sudut pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi, dan melahirkan berbagai macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuanya menanggapi peluang usaha dan mengolah usaha, sebagai contoh orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta dilapangan menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan padang yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Selanjutnya teori psikologi, menurut saya teori ini lebih menekankan pada motif individu yang melatarbelakangi dirinya untuk berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih besar kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi peluang usaha yang diperolehnya. Yang terakhir adalah teori perilaku, bagaimana seorang wirausahawan harus memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan suatu usaha, memanaje keuangan dan hal-hal terkait, membangun jaringan, dan memasarkan produk, dibutuhkan pribadi yang supel dan pandai bergaul untuk memajukan suatu usaha.

Kamis, 21 Mei 2015

SAP EKONOMI INTERNASIONAL

Mata Kuliah : Ekonomi Internasional Dosen Pengajar : Moh azus shony azar Syllabus Mata kuliah Ekonomi Internasional pada dasarnya merupakan sebuah pengantar bagi mahasiswa Hubungan Internasional untuk memasuki studi Ekonomi Politik Internasional. Ekonomi Internasional memberikan gambaran tentang bagaimana hubungan ekonomi dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain terutama dalam pengertian perdagangan internasional. Ekonomi Internasional juga memberikan gambaran tentang alasan mengapa suatu negara melakukan perdagangan internasional, peranan perdagangan internasional, serta beberapa dasar mikro ekonomi dalam perdagangan internasional seperti teori penetapan harga. Selain itu dalam kaitannya dengan studi hubungan internasional, ekonomi internasional juga membahas tentang keseimbangan neraca perdagangan internasional, blok perdagangan dan kebijakan pemerintah suatu negara dalam mengatur ekonomi internasionalnya. Target : Mahasiswa dapat memahami perkembangan ekonomi internasional dalam hubungan internasional Mahasiswa mampu memahami mengapa terjadi fenomena-fenomena unik dalam ekonomi internasional Mahasiswa memahami hubungan antara ekonomi internasional dengan bargaining position suatu negara dalam hubungan internasional Mahasiswa mampu menganalisa kebijakan ekonomi internasional Indonesia serta pengaruh ekonomi internasional terhadap kondisi perekonomian di dalam negeri Mahasiswa memiliki bekal yang cukup untuk menempuh mata kuliah Ekonomi Politik Internasional Penilaian Informal: 1. Partisipasi aktif dalam kuliah dan diskusi kelas (tutorial) dengan membaca bahan bacaan sebelumnya. 2. Peserta disyaratkan hadir dalam setiap kuliah secara rutin. Jika tidak menghadiri kuliah beritahu dosen/bagian pengajaran sebelumnya. Seperti halnya semua mata kuliah, ada persyaratan minimun kehadiran. Peserta kuliah yang tidak pernah hadir dalam kuliah akan dianggap tidak pernah mengambil mata kuliah ini. Formal: Penilaian dalam mata kuliah Ekonomi Internasional terbagi dalam beberapa bagian yaitu : 1. Kehadiran : 10% 2. Tugas pribadi : 20% 3. Tugas kelompok : 20% 4. Ujian tengah semester : 20% 5. Ujian akhir semester : 30% INTRODUCTION - Perkenalan mata kuliah - Pembahasan sistem kuliah dan penilaan EKONOMI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL - Pengertian Umum Ekonomi Internasional - Ruang Lingkup Pembahasan Perdagangan Internasional - Metodologi Perdagangan Internasional PERANAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL - Kebijakan Ekonomi Internasional Suatu Negara - Pola Perdagangan Internasional - The Law Comparative Advantage (Hukum Keuntungan Mutlak) - Foreign Direct Invesment KONSEP-KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL - Teori Perdagangan Internasional - Keseimbangan dalam Perdagangan Internasional - Transfer of Capital dalam Perdagangan Internasional NERACA PERDAGANGAN - Pengertian Neraca Perdagangan - Perkembangan Neraca Perdagangan - Konsep Pertumbuhan Ekonomi - Pembayaran Luar Negeri KERJASAMA EKONOMI ANTAR NEGARA - Perdagangan Antar 2 Negara - Bentuk Kerjasama Ekonomi Regional - Bentuk Integrasi Ekonomi PERDAGANGAN INTERNASIONAL MUTAKHIR - Free Trade dan Tariff Protection - Blok Perdagangan - GATT dan WTO (an overview) : UJIAN TENGAH SEMESTER KONTROL PEMERINTAH DOMESTIK TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL - Controlling Transfer of Money - Controlling Transfer of Person - Controlling Transfer of Technology - Controlling Transfer of Right Fakultas Ekonomi UNISDA Lamongan EKONOMI INTERNASIONAL BY M AZUS Untuk kalangan sendiri 2 SISTEM MONETER INTERNASIONAL - Pengantar Sistem Moneter Internasional - Sistem Standar Emas Klasik - Sistem Bretton Woods - Sistem Nilai Tukar Mengambang - Sistem Nilai Tukar Terkelola - Sistem Moneter Islam Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan MULTINATIONAL CORPORATIONS (MNC) - Pengertian MNC - MNC and Home Country - MNC and Host Country Minggu 4 : Diskusi I Minggu 1 : Diskusi II/ Presentasi Minggu 2 : Diskusi III Latief, Dochak, 2002, Pembangunan Ekonomi dan Kebijakan Global, Surakarta : UMS Press Masoed, Mohtar (ed), 1992, Isyu-isyu Global Masa Kini, Yogyakarta : PAU – Studi Sosial, UGM Miller, Lynn H, 2006, Agenda Politik Internasional (Terjemahani), Yogyakarta : Pustaka Pelajar Morgenthou, Hans J, 1951, Politics Among Nations, New York : Alfred A Knopf ------------------------, 1990, Politik Antar Bangsa (Terj), Jakarta : Yayasan Obor Indonesia Rudy, T May, 2002, Studi Strategis Dalam Transformasi Sistem Internasional Pasca Perang Dingin, Bandung : PT Refika Aditama ----------------, 2003, Hubungan Internasional Kontemporer dan Masalah-masalah Global,

sekilas contoh Hitungan PERMINTAAN dan PENAWARAN UANG

(b) Menurut pendekatan monster, permintaan untuk saldo uang nominal (Md) adalah stabil dalam jangka panjang dan secara langsung berhubungan dengan tingkat pendapatan nasional nominal negara tersebut, akan tetapi berhubungan terbalik dengan suku bunga (r) di negara itu. Dengan memisahkan r untuk penyederhanaan, Md = kPY, di mane k adalah rasio yang diinginkan dari saldo uang nominal terhadap pendapatan nasional nominal (kebalikan dari kecepatan peredaran uang; yaitu, k = 1/u), P adalah tingkat harga dalam negeri dan Y adalah output riel (sehingga PY adalah pendapatan nasional nominal). Pendekatan ini menganggap bahwa Y berada pada atau cenderung menuju penggunaan tenaga penuh. (c)- Penawaran uang total suat negara, Ms = m(D + F), di mana m adalah multiplier uang, D adalah kredit dalam negeri yang diciptakan oleh penguasa moneter negara itu, atau aset dalam negeri yang didukung penawaran uang negara itu dan F adalah cadangan internasional negara itu. -- (d) Multiplier uang, m, ditentukan oleh kebalikan dari "legal reserve requirement" (LRR) negara itu atau 1/LRR. Yaitu, setiap deposito dolar baru pada bank komersial, manapun, akan meningkatkan penawaran uang negara itu.dengan kelipatan $1, pada sistem perbankan fraksional. Multiplier uang adalah konsep yang serupa dengan multiplier pendapatan yang dibicarakan dalam Bagian 9.4 (untuk ulangan, lihat Schaum's Outline of Priciples of Economies atau pads buku pengantar). (e) Dasar moneter (monetary base) negara sama dengan D + E, di mane D adalah komponen domestik dan F adalah komponen internasional. Dasar monster pegara juga dikenal sebagai "high-powered money" (uang yang berlikuiditas tinggi). 11.2 Diketahui: v = 5, PY = 2.000, LRR = 0,25, D = 70, F 20, carilah (a) Md dan (b) M M. (c) Apakah negara itu mempunyai defisit atau surplus dalam neraca pembayaran? (d) Jika D tetap tidak berubah, berapa banyak F harus berubah dalam jangka panjang agar neraca pembayaran negara itu menjadi seimbang, pada sistem nilai tukar tetap? (a) k = 1/v = 1/5 Md = kPY = (1/5)(2.000) = 400 ( b) m = 1/LLR = 1/0,25 Ms = m(D + F) = 4(70 + 20) = 360 (c) Karena Md > Ms , negara itu mempunyai surplus dalam neraca pembayarannya. (d) Pada sistem nilai tukar tetap surplus neraca pembayaran negara itu dalam jangka panjang akan diperbaiki secara otomatis melalui arus masuk uang (cadangan internasional) ke negara itu sebesar 10, sehingga F di negara itu akan naik dari 20 ke 30. Maka, M = 4(70 + 30) = 400 = Md.

Rabu, 12 Februari 2014

jual kerudul MERK NIZUS