MEDIA PEMBELAJARAN

FE UNISDA Lamongan
SELAMAT DATANG
FE UNISDA Turut berbelasungkawa atas wafatnya Dekan Ekonomi Bpk "Drs Ec UMARUL FARUQ MSi" Semoga diterima disisinya. AMIIIN

Kamis, 08 Oktober 2015

SAP Manajemen

Pertemuan 1 BAB.1. Pengantar : Manajemen & Manajer Pertemuan 2 BAB-2. Sejarah Pemikiran dan Perkembangan Teori Di Bidang Manajemen Pertemuan 3 BAB-3. Analisis Lingkungan & Kebijakan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Manajemen Pertemuan 4 BAB-4. Visi Misi Tujuan (Goal) Perusahaan & Forecasting Pertemuan 5 BAB.5. Planning : Perencanaan Konsep, Proses dan Kriteria Pertemuan 6 BAB.6.Organizing & Staffing Struktur Organisasi dan Penyusunan Personalia UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) Pertemuan 7 BAB.7.Delegating & Coordinating Pendelegasian Wewenang dan Koordinasi Pertemuan 8 BAB.8. Actuating & Leading Menggerakkan dan Memimpin Jalannya Perusahaan Pertemuan 9 BAB.9. Leadership (Kepemimpinan) Pertemuan 10 BAB.10. Teori Motivasi, Prestasi dan Kepuasan Kerja Pertemuan 11 BAB.11. Controlling : Pengawasan dan Pengendalia Pertemuan 12 BAB.12. Decision Making : Pengambilan Keputusan UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

SAP Perpajakan

1 DASAR-DASAR PERPAJAKAN TIU: Mahasiswa dapat memahami perpajakan secara umum 2 & 3 KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN TIU: Mahasiswa dapat memahami Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan 4 PAJAK PENGHASILAN TIU : Mahasiswa dapat memahami Pajak Penghasilan secara umum 5 & 6 PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TIU : Mahasiswa dapat memahami PPh 21 7 PAJAK PENGHASILAN PASAL 22 dan 24 TIU : Mahasiswa dapat memahami PPh pasal 22 dan PPh pasal 24 8 PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 dan 26 TIU : Mahasiswa dapat memahami PPh pasal 23 dan pasal 26 9 PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 dan PAJAK PENGHASILAN FINAL TIU : Mahasiswa dapat memahami Pajak Penghasilan pasal 25 dan Pajak Pengha-silan bersifat Final 10 & 11 PAJAK PERTAMBAHAN NILAI dan PAJAK PENJUALAN BARANG MEWAH TIU : Mahasiswa dapat memahami PPN dan PPnBM 12 PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TIU : Mahasiswa dapat memahami PBB 13 BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN ATAU BANGUNAN dan BEA METERAI TIU : Mahasiswa dapat memahami BPHTB dan BEA METERAI

SAP Aplikasi Komputer

Pertemuan Ke Kompetensi 1 dan 2 - Mahasiswa dapat menjelaskan isi pokok dari mata kuliah teori dan aplikasi komputer. - Mhs dapat menjelaskan definisi Komputer, jenis dan generasi perkembangannya 3 Mendemonstrasikan manajemen file dan folder dengan Microsoft Windows 3 dan 4 Mengetik dan memanipulasi teks dengan Microsoft Word 5 Membuat footnote, header-fooder melalui fasilitas menu insert, membuat tabel, membuat WordART, membuat daftar isi melalui fasilitas table of contens 6 dan 7 Membuat presentasi sederhana dengan menggunakan Microsoft Powerpoint 8 Membuat tabel, chart, dan memasukkan gambar dalam slide presentasi di MS Powerpoint dan mencetak hand out ke printer 9 MID TEST 10 dan 11 Membuat tabel sederhana dan menerjemahkan operasi matematika dasar ke dalam format Excel 12 Membuat grafik histogram dan poligon serta mencetaknya ke printer 13 dan 14 Penjelajahan di dunia maya (browsing/surfing) 15 Membuat dan mendemonstrasikan penggunaan email

Kamis, 09 Juli 2015

Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN A. Pengertian Kewirausahaan Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis. Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber : Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan. B. Tujuan Kewirausahaan Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosetase keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan, Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%, menurut informasi yang saya baca di internet hari ini tanggal 5 Maret 2012 jumlahnya telah melonjak tajam menjadi maka tidaklah mengherankan apabila saat ini, kondisi pereekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negeara tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang hampir 13% penduduknya menjadi wirausahawan. Maka dari itu, dengan ditumbuh kembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khusunya generasi muda atau mahasiswa, untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeking). Dengan dilandasi semangat nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersaing dikancah percaturan perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang termotivasi untuk meningktakan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam bidang kewirausahaan yang berdaya saing tinggi. Mengapa dengan semakin banyak wirausahawan disuatu negara akan meningkatkan daya saing negara tersebut ?, jawabanya saya kira cukup jelas. Pertama, sebuah negara yang memiliki wirausahawan banyak tentunya akan mendapatkan penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi yang mereka lakukan, coba bayangkan apabila suatu negara terlalu banyak pegawai negeri sipil yang kurang atau bahkan tidak produktif, maka mereka setiap bulan memakan anggaran negara untuk menggaji mereka, namun sumbangsih mereka pada perekonimian nasional sangat minim baik dari segi pajak maupun tingkat konsumsi. Mari kita lihat contoh lainya, dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif, dan tidak menghancurkan pengusaha maupun pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di bank-bank dalam negeri, sehingga perputaran uang semakin lancar, dengan hal tersebut modal mereka akan bertambah sehingga mampu menembus pangsa pasar global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor dan akan menambah devisa negara secara signifakan, maka dengan hal tersebut sangatlah jelas, bahwa kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting untuk menaikkan harkat martabat suatu bangsa dikancah internasional. Selanjutnya ditinjau dari segi GNP (Gross National Product), apabila semakin banyak uang yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, karena berwirausaha maka uang yang dihasilkan berpeluang semakin besar, berbeda dengan gaji yang nominalnya relatif tetap. Akan meningkatkan GNP yaitu keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi warga negara penduduk tersebut dimanapun berada (di dalam dan luar negeri), dengan meningkatkan GNP ini akan semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro, dan mempercepat roda pembangunan nasional, karena ketersediaan anggaran semakin meningkat. Dari beberapa dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfa’at bagi masyarakat luas. C. Teori Kewirausahaan Seiring berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang, maka lahirlah berbagai macam teori tentang kewirausahaan, akan coba saya uraikan berbagai teori kewirausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Neo Klasik Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya. 2. Kirzerian Entrepreneur Dalam teori Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia, keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha, sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha. Dari berbagai disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang dipandang dari sudut pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi, dan melahirkan berbagai macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuanya menanggapi peluang usaha dan mengolah usaha, sebagai contoh orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta dilapangan menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan padang yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Selanjutnya teori psikologi, menurut saya teori ini lebih menekankan pada motif individu yang melatarbelakangi dirinya untuk berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih besar kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi peluang usaha yang diperolehnya. Yang terakhir adalah teori perilaku, bagaimana seorang wirausahawan harus memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan suatu usaha, memanaje keuangan dan hal-hal terkait, membangun jaringan, dan memasarkan produk, dibutuhkan pribadi yang supel dan pandai bergaul untuk memajukan suatu usaha.

Kamis, 21 Mei 2015

SAP EKONOMI INTERNASIONAL

Mata Kuliah : Ekonomi Internasional Dosen Pengajar : Moh azus shony azar Syllabus Mata kuliah Ekonomi Internasional pada dasarnya merupakan sebuah pengantar bagi mahasiswa Hubungan Internasional untuk memasuki studi Ekonomi Politik Internasional. Ekonomi Internasional memberikan gambaran tentang bagaimana hubungan ekonomi dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain terutama dalam pengertian perdagangan internasional. Ekonomi Internasional juga memberikan gambaran tentang alasan mengapa suatu negara melakukan perdagangan internasional, peranan perdagangan internasional, serta beberapa dasar mikro ekonomi dalam perdagangan internasional seperti teori penetapan harga. Selain itu dalam kaitannya dengan studi hubungan internasional, ekonomi internasional juga membahas tentang keseimbangan neraca perdagangan internasional, blok perdagangan dan kebijakan pemerintah suatu negara dalam mengatur ekonomi internasionalnya. Target : Mahasiswa dapat memahami perkembangan ekonomi internasional dalam hubungan internasional Mahasiswa mampu memahami mengapa terjadi fenomena-fenomena unik dalam ekonomi internasional Mahasiswa memahami hubungan antara ekonomi internasional dengan bargaining position suatu negara dalam hubungan internasional Mahasiswa mampu menganalisa kebijakan ekonomi internasional Indonesia serta pengaruh ekonomi internasional terhadap kondisi perekonomian di dalam negeri Mahasiswa memiliki bekal yang cukup untuk menempuh mata kuliah Ekonomi Politik Internasional Penilaian Informal: 1. Partisipasi aktif dalam kuliah dan diskusi kelas (tutorial) dengan membaca bahan bacaan sebelumnya. 2. Peserta disyaratkan hadir dalam setiap kuliah secara rutin. Jika tidak menghadiri kuliah beritahu dosen/bagian pengajaran sebelumnya. Seperti halnya semua mata kuliah, ada persyaratan minimun kehadiran. Peserta kuliah yang tidak pernah hadir dalam kuliah akan dianggap tidak pernah mengambil mata kuliah ini. Formal: Penilaian dalam mata kuliah Ekonomi Internasional terbagi dalam beberapa bagian yaitu : 1. Kehadiran : 10% 2. Tugas pribadi : 20% 3. Tugas kelompok : 20% 4. Ujian tengah semester : 20% 5. Ujian akhir semester : 30% INTRODUCTION - Perkenalan mata kuliah - Pembahasan sistem kuliah dan penilaan EKONOMI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL - Pengertian Umum Ekonomi Internasional - Ruang Lingkup Pembahasan Perdagangan Internasional - Metodologi Perdagangan Internasional PERANAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL - Kebijakan Ekonomi Internasional Suatu Negara - Pola Perdagangan Internasional - The Law Comparative Advantage (Hukum Keuntungan Mutlak) - Foreign Direct Invesment KONSEP-KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL - Teori Perdagangan Internasional - Keseimbangan dalam Perdagangan Internasional - Transfer of Capital dalam Perdagangan Internasional NERACA PERDAGANGAN - Pengertian Neraca Perdagangan - Perkembangan Neraca Perdagangan - Konsep Pertumbuhan Ekonomi - Pembayaran Luar Negeri KERJASAMA EKONOMI ANTAR NEGARA - Perdagangan Antar 2 Negara - Bentuk Kerjasama Ekonomi Regional - Bentuk Integrasi Ekonomi PERDAGANGAN INTERNASIONAL MUTAKHIR - Free Trade dan Tariff Protection - Blok Perdagangan - GATT dan WTO (an overview) : UJIAN TENGAH SEMESTER KONTROL PEMERINTAH DOMESTIK TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL - Controlling Transfer of Money - Controlling Transfer of Person - Controlling Transfer of Technology - Controlling Transfer of Right Fakultas Ekonomi UNISDA Lamongan EKONOMI INTERNASIONAL BY M AZUS Untuk kalangan sendiri 2 SISTEM MONETER INTERNASIONAL - Pengantar Sistem Moneter Internasional - Sistem Standar Emas Klasik - Sistem Bretton Woods - Sistem Nilai Tukar Mengambang - Sistem Nilai Tukar Terkelola - Sistem Moneter Islam Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan MULTINATIONAL CORPORATIONS (MNC) - Pengertian MNC - MNC and Home Country - MNC and Host Country Minggu 4 : Diskusi I Minggu 1 : Diskusi II/ Presentasi Minggu 2 : Diskusi III Latief, Dochak, 2002, Pembangunan Ekonomi dan Kebijakan Global, Surakarta : UMS Press Masoed, Mohtar (ed), 1992, Isyu-isyu Global Masa Kini, Yogyakarta : PAU – Studi Sosial, UGM Miller, Lynn H, 2006, Agenda Politik Internasional (Terjemahani), Yogyakarta : Pustaka Pelajar Morgenthou, Hans J, 1951, Politics Among Nations, New York : Alfred A Knopf ------------------------, 1990, Politik Antar Bangsa (Terj), Jakarta : Yayasan Obor Indonesia Rudy, T May, 2002, Studi Strategis Dalam Transformasi Sistem Internasional Pasca Perang Dingin, Bandung : PT Refika Aditama ----------------, 2003, Hubungan Internasional Kontemporer dan Masalah-masalah Global,

sekilas contoh Hitungan PERMINTAAN dan PENAWARAN UANG

(b) Menurut pendekatan monster, permintaan untuk saldo uang nominal (Md) adalah stabil dalam jangka panjang dan secara langsung berhubungan dengan tingkat pendapatan nasional nominal negara tersebut, akan tetapi berhubungan terbalik dengan suku bunga (r) di negara itu. Dengan memisahkan r untuk penyederhanaan, Md = kPY, di mane k adalah rasio yang diinginkan dari saldo uang nominal terhadap pendapatan nasional nominal (kebalikan dari kecepatan peredaran uang; yaitu, k = 1/u), P adalah tingkat harga dalam negeri dan Y adalah output riel (sehingga PY adalah pendapatan nasional nominal). Pendekatan ini menganggap bahwa Y berada pada atau cenderung menuju penggunaan tenaga penuh. (c)- Penawaran uang total suat negara, Ms = m(D + F), di mana m adalah multiplier uang, D adalah kredit dalam negeri yang diciptakan oleh penguasa moneter negara itu, atau aset dalam negeri yang didukung penawaran uang negara itu dan F adalah cadangan internasional negara itu. -- (d) Multiplier uang, m, ditentukan oleh kebalikan dari "legal reserve requirement" (LRR) negara itu atau 1/LRR. Yaitu, setiap deposito dolar baru pada bank komersial, manapun, akan meningkatkan penawaran uang negara itu.dengan kelipatan $1, pada sistem perbankan fraksional. Multiplier uang adalah konsep yang serupa dengan multiplier pendapatan yang dibicarakan dalam Bagian 9.4 (untuk ulangan, lihat Schaum's Outline of Priciples of Economies atau pads buku pengantar). (e) Dasar moneter (monetary base) negara sama dengan D + E, di mane D adalah komponen domestik dan F adalah komponen internasional. Dasar monster pegara juga dikenal sebagai "high-powered money" (uang yang berlikuiditas tinggi). 11.2 Diketahui: v = 5, PY = 2.000, LRR = 0,25, D = 70, F 20, carilah (a) Md dan (b) M M. (c) Apakah negara itu mempunyai defisit atau surplus dalam neraca pembayaran? (d) Jika D tetap tidak berubah, berapa banyak F harus berubah dalam jangka panjang agar neraca pembayaran negara itu menjadi seimbang, pada sistem nilai tukar tetap? (a) k = 1/v = 1/5 Md = kPY = (1/5)(2.000) = 400 ( b) m = 1/LLR = 1/0,25 Ms = m(D + F) = 4(70 + 20) = 360 (c) Karena Md > Ms , negara itu mempunyai surplus dalam neraca pembayarannya. (d) Pada sistem nilai tukar tetap surplus neraca pembayaran negara itu dalam jangka panjang akan diperbaiki secara otomatis melalui arus masuk uang (cadangan internasional) ke negara itu sebesar 10, sehingga F di negara itu akan naik dari 20 ke 30. Maka, M = 4(70 + 30) = 400 = Md.

Rabu, 12 Februari 2014

jual kerudul MERK NIZUS

Kamis, 14 November 2013

SAP Manajemen

SILABUS PENGANTAR MANAJEMEN MOH AZUS SA, SE, MM. FE Unisda Lamongan A. TATA TERTIB PERKULIAHAN  Setiap mahasiswa diwajibkan memiliki salinan/copy modul atau hand out, dan setiap pertemuan kuliah modul / handout WAJIB dibawa.  Toleransi keterlambatan masuk kelas maksimal 30 menit dari yang dijadwalkan  Toleransi pengumpulan Tugas PR maksimal 7 hari setelah Penugasan  Total kehadiran dalam perkuliahan minimal 80%, bagi yang sudah bekerja dapat diberikan dispensasi dengan menyerahkan surat keterangan kerja dari instansi/perusahaan tempat anda bekerja.  Untuk menjaga ketenangan kelancaran dan kenyamanan proses belajar mengajar, Selama perkuliahan berlangsung HP harap dimatikan atau minimal aktifkan mode getar tanpa suara ring tone. B. CONTACT PERSON DOSEN  Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan dosen diluar jadwal perkuliahan, bertempat di : Ruang Dosen FE Unisda Lantai II, Setiap Hari : Sabtu Jam 08.00  Diluar Jadwal diatas dapat berkonsultasi dengan membuat janji terlebih dahulu HP. (08123077252) atau (085733351590)  Konsultasi & Pengiriman Tugas Via E-mail, dikirimkan ke email addresses sbb: azus.boy2@gmail.com atau di media pembelajaran digoogle dengan ketik : Fe Unisda. C. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini membahas berbagai praktik dan konsep-konsep manajemen yang kompleks, dinamis selalu mengalami perubahan dan bersifat global. Pembahasan ditekankan pada pendekatan fungsional atau proses terhadap studi manajemen Materi pembahasan mencakup semua fungsi dan kegiatan penting manajemen, fungsi-fungsi tersebut mencakup perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (leading), dan pengendalian (controlling), yang memberikan kerangka (framework) untuk menganalisis dan memahami sifat dasar pekerjaan dan keberhasilan manajerial, serta informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja fungsi-fungsi manajerial dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif. Selanjutnya dalam mencapai tujuan proses belajar mengajar, mata kuliah ini akan disajikan melalui kuliah klasikal, diskusi tanya jawab, tugas penulisan paper pengamatan bisnis beserta analisisnya dan ujian UTS maupun UAS. D. KOMPETENSI MATAKULIAH 1. Memahami mengenai fungsi dan kegiatan-kegiatan penting dalam manajemen 2. Mengembangkan cara pikir (analitis & integratif) dalam penerapan berbagai konsep dasar pada situasi praktik manajemen. 3. Mampu mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari melalui pengerjaan latihan dan pemecahan kasus.Sosialisasi SAP Pengantar Manajemen, SILABI, Sistem Penilaian dan Sumber Referensi E. PERTEMUAN Pertemuan 1 BAB.1. Pengantar : Manajemen & Manajer Pertemuan 2 BAB-2. Sejarah Pemikiran dan Perkembangan Teori Di Bidang Manajemen Pertemuan 3 BAB-3. Analisis Lingkungan & Kebijakan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Manajemen Pertemuan 4 BAB-4. Visi Misi Tujuan (Goal) Perusahaan & Forecasting Pertemuan 5 BAB.5. Planning : Perencanaan Konsep, Proses dan Kriteria Pertemuan 6 BAB.6.Organizing & Staffing Struktur Organisasi dan Penyusunan Personalia UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) Pertemuan 7 BAB.7.Delegating & Coordinating Pendelegasian Wewenang dan Koordinasi Pertemuan 8 BAB.8. Actuating & Leading Menggerakkan dan Memimpin Jalannya Perusahaan Pertemuan 9 BAB.9. Leadership (Kepemimpinan) Pertemuan 10 BAB.10. Teori Motivasi, Prestasi dan Kepuasan Kerja Pertemuan 11 BAB.11. Controlling : Pengawasan dan Pengendalia Pertemuan 12 BAB.12. Decision Making : Pengambilan Keputusan UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

Jumat, 08 Juli 2011

Bahan uas iv/vi (pg/sore)

semester iv (marketing)
1.Marketing research dan Marketing intellegent
2.Social Marketing
3.Perkembangan marketing mix
4.Produktivitas Penjualan perusahaan by potensi penjualan /RUMUS
5.Strategi pemasaran
6.Tantangan Marketing era global
7.dll sesuai silaby

semester vi (ek internasional)

Kebijakan Ekonomi Internasional Suatu Negara
- Pola Perdagangan Internasional
- The Law Comparative Advantage (Hukum Keuntungan Mutlak)
KONSEP-KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL
- Teori Perdagangan Internasional
- Keseimbangan dalam Perdagangan Internasional
- Transfer of Capital dalam Perdagangan Internasional
PERDAGANGAN INTERNASIONAL MUTAKHIR
- Free Trade dan Tariff Protection
- Blok Perdagangan
- GATT dan WTO (an overview)
SISTEM MONETER INTERNASIONAL
- Pengantar Sistem Moneter Internasional
- Sistem Nilai Tukar Mengambang
- Sistem Nilai Tukar Terkelola
- Sistem Moneter Islam
KONTROL PEMERINTAH DOMESTIK TERHADAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL
- Controlling Transfer of Data
- Controlling Out Word Direct Investment
- Controlling In Word Direct Investment
MULTINATIONAL CORPORATIONS (MNC)
- Pengertian MNC
- MNC and Home Country
- MNC and Host Country
DISKUSI
- Tantangan dan hambatan Perdagangan GLOBAL

Sabtu, 18 Desember 2010

Telah ditangkap HANTU Kmps

Kamis, 09 Desember 2010

Bahan UTS

UTS
Semester 1
1. Pengertian Manajemen
2. Manajemen dan Manajer
3. Perkembangan Teori Manajemen
4. Manajer dan lingkungan eksternal organisasi :
5. Proses Perencanaan
6. Penetapan tujuan organisasi
7. Pengambilan keputusan

Mata Kuliah : Pengenalan komputer
semester 5
1. Definisi Komputer,
2. Jenis Komputer,
3. Perkembangan generasi Komputer,
4. Sekilas Perkembangan teknologi informasi
5. Penggambaran pengolahan kata dan data
-Word
-exel
6. Pengenalan spss

Mata Kuliah : Perekonomian Indonesia
Semester 5
1. Sejarah Perekonomian Indonesia
2. Sistem Ekonomi Indonesia
3. Pelaiu Dan Peran Perekonomian Indonesia
4. Transformasi Struktural Perekonomian Idnoensia
5. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara
a. Produk Domestik Bruto (PDB = GDP)
b. Pendapatan Nasional (NI – Y)
c. Pendapatan per kapita
6. Krisis Ekonoomi Di Indonesia

Sabtu, 27 November 2010

Soal perekonomian Indonesia tuk akuntansi smster 5

1. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang membuka perekonomiannya untuk melakukan perdagangannya dengan pihak luar negeri. Sebagai konsekuensinya pada tahun 2007, perekonomian Indonesia terpengaruh akibat melonjaknya harga komoditas internasional dan krisis ekonomi global. Hal ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional. Berikut ini adalah beberapa variable ekonomi:
Konsumsi rumah tangga (C) = Rp. 895,5 triliun + 0,5 (Yd)
Investasi bruto (I) = Rp. 1372 triliun
Pengeluaran pemerintah (G) = Rp. 416 triliun
Ekspor (X) = Rp. 1476 triliun
Impor (M) = Rp. 426 triliun + 0,2(Y)
Bantuan Langsung Tunai/ Public Transfer Payment (Tr) = 14 triliun
Pajak (Tx) = 50 triliun + 0,1(Y)

Pertanyaan
Hitung Perasamaan AE, pendapatan nasional, konsumsi Indonesia pada tahun 2008.

2.PDB Indonesia tahun 2009 = Rp. 467 triliun,
sedangkan PDB pada tahun 2008 adalah = Rp. 400
triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan
ekonomi pada tahun 2009 jika diasumsikan harga
tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

Jumat, 19 November 2010

Sekilas SPSS

PENGENALAN SPSS
Moh Azus
azus.boy2@gmail.com


Sudah pasti untuk mengenal SPSS Anda harus menginstall dulu program ini. Saya sarankan untuk meng-install versi 17 he he. Sebelum menginstall ada baiknya anda copy dulu SPSS di folder tertentu di partisi yang berlainan dengan sistem Windows anda -drive D:, E:, F: dst . Maksudnya jika SPSS mengalami kerusakan anda bisa dengan mudah menginstall lagi. Jika anda belum punya komputer, di rental-rental saat ini sudah banyak yang menginstall SPSS.
Data Editor
1. Data View
Sebelum mulai menganalisis data yang perlu dilakukan pertama kali tentu saja adalah mengentri data ke SPSS. Ketika awal anda membuka SPSS akan muncul tampilan data view pada data editor seperti yang terlihat di bawah ini (gambar 1). Menu-menu seperti File, Edit , View, Windows dan Help adalah menu-menu umum yang sama dengan
aplikasi under Windows lainnya -silakan pelajari sendiri lebih lanjut . Menu -menu yang khas di SPSS adalah :
- Data, merupakan menu untuk memodifikasi data secara keseluruhan seperti
mengurutkan data, menggabungkan data dll.
- Transform, yaitu menu untuk mentranformasikan data berdasar kriteria tertentu
seperti penjumlahan antar variabel, recoding, dll.
- Analize , menu untuk mengolah data seperti korelasi, regresi, uji-t , dll.
- Graph, menu untuk memvisualisasikan data seperti histogram, scatter-plot,
boxplot dll.
- Utillities, menu pendukung yang berisi: informasi variabel, informasi file, menu
editor dll.


Moh Azus - www.azusfe.blogspot.com


Gambar 1: Data View

2. Variabel View
Bagian kedua dari data editor yang tidak kalah penting dengan data view adalah variabel view. Tampilan ini bisa kita lihat dengan mengklik tab sheet [variabel view] yang ada di kiri bawah tampilan data editor. Lewat variabel view ini kita dapat mengubah setting data editor sesuai dengan data yang kita miliki. Pada SPSS versi 7 tampilan ini belum ada, yang tersedia adalah tampilan terpisah untuk setiap variabel yang akan ditampilkan. Namun pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama.


Gambar2: Variable view
Menu yang tersedia dalam variabel view diantaranya:


Moh Azus - www.azusfe.blogspot.com


- Name. kolom ini untuk memberi nama variabel. Nama variabel yang kita tuliskan
disini akan muncul pada data editor. Pemberian nama harus diawali dengan huruf,
tidak bisa dimulai dengan angka. Maksimal hanya bisa berisi 8 karakter.
- Type . untuk menyesuaikan jenis data yang anda masukkan, apakah numeric,
string (data nominal yang berupa huruf ex: nama). Klik ikon dalam kolom type
maka akan muncul kotak dialog variabel type untuk melakukan perubahan tertentu. Pada kotak dialog ini anda bisa juga mengubah lebar kolom (Width) dan karakter desimal (Decimal Places).


Gambar 3: Variable Type

- Label . Kolom ini berfungsi untuk memberi label pada variabel yang kita
inginkan. Misalnya kita mempunyai variabel “nama” pada kolom pertama,
variable tersebut bisa kita beri label “nama responden”. Contoh lainnya bila kita
mempunyai variabel dengan nama “skala1”, kita bisa mendefinisikan lebih jelas
dengan memberi label sesuai dengan nama skala kita sebenarnya, misalnya “skala
kecemasan” dll. Pemberian label ini sangat penting karena pada hasil analisis
(output ) akan tercetak label yang telah kita definisikan ini. Tercetaknya label pada
output akan sangat membantu dalam interpetasi output tersebut .
-Value . Kolom ini berfungsi untuk medefinisikan value data dari variabel yang
dimaksud. Pemberian value ini biasanya untuk data yang bersifat ordinal dan
interval. Klik ikon pada kolom value maka akan muncul kotak dialog value
labels. Misalnya pada variabel gender kita akan mendefinisikan jenis kelamin
dengan melakukan pemberian label. Yang perlu kita lakukan adalah mengisi
[Value] dan [Value label] lalu klik [Add]. Lakukan ini untuk semua value
kemudian klik [OK] -lihat gambar4. Setelah pemberian value ini maka pada variabel gender kita tidak perlu menuliskan laki-laki dan perempuan melainkan cukup mengisi 1 untuk laki-laki dan 2 untuk jenis kelamin perempuan.


Moh Azus - www.azusfe.blogspot.com



Gambar 4: Value labels

- Missing. Kolom ini berfungsi untuk mendefinisikan missing value yang ada
dalam data kita. Yang dimaksud missing value disini adalah jika ada data kosong
dalam data kita. Data kosong bisa disebabkan karena tidak tersedianya data atau
sebab lain misanya pada pengisian skala ada item-item yang t erlewat oleh
responden. Untuk mengaktifkan kotak dialog missing value, klik ikon pada
kolom missing. Pada form Discrete missing value isikan angka yang akan
dijadikan pengganti missing value, misalnya 9, 99, 999 dsb. Misalnya jika kita
memilih angka 9 maka setiap ada data yang tidak diisi (missing value) angka 9
yang harus diisikan, jangan dibiarkan kosong! Perbedaan bila diisi 9 dan yang
dibiarkan kosong akan dijelaskan lebih lanjut .


Gambar 5: Missing Values

- Coloumn. Fungsi menu ini adalah untuk mengubah jumlah karakter yang dapat
dimasukkan pada suatu variabel tertentu. Bila kita mengisi coloumn dengan angka
2 maka hanya dua digit data saja yang dapat dimasukkan pada variabel tersebut. -Align. Menu ini mengatur posisi data pada tiap cell. Pilihan posisinya ada tiga
yaitu left, right dan center.
- Measurement. Menu ini mendefinisikan jenis data apa yang kita punyai. Pilihan
yang ada adalah scale, nominal dan ordinal.

Moh Azus - www.azusfe.blogspot.com


CTT Gambar Menyusul

Kamis, 04 November 2010

sekilas Manajemen Pemasaran

2.1. Pengertian Pemasaran
Menurut Philip Kotler (1995:8) “Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain”.
Menurut Soehardi Sigit (2002:6) “Pemasaran adalah semua kegiatan-kegiatan usaha yang diperlukan untuk mengakibatkan terjadinya pemindahan pemilikan barang atau jasa dan untuk menyelenggarakan distribusi fisiknya sejak dari produsen awal sampai ke tangan konsumen akhir”.
Sedangkan menurut Sofjan Assauri (1988:4) :Pemasaran sebagai usaha untuk menyediakan dan menyampaikan barang atau jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu serta harga yang tepat dengan promosi dan komunikasi yang tepat”.
Menurut Carl Mc Daniel dan Roger Gates (2001:5) “Pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan konsep, penetapan harga, dan distribusi gagasan barang dan jasa untuk menciptakan perubahan yang memuaskan tujuan individu dan organisasi”
Sedangkan menurut Indriyo Gitosudarmo (1994:1) “Pemasaran dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang mengusahakan agar produk yang dipasarkannya itu dapat diterima dan disenangi oleh pasar”.
Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pemasaran adalah suatu proses penyampaian produk yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen akhir guna memenuhi kebutuhan dan memuaskan konsumen.


2.2. Pengertian Manajemen Pemasaran dan Bauran Pemasaran
2.2.1. Pengertian Manajemen Pemasaran
Menurut Philip Kolter (1995:16) “ Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi”.
Menurut Sofjan Assauri (1995:12) “ Manajemen pemasaran merupakan kegiatan penganalisaan, perencanaan, pelaksanan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang”.
Sedangkan menurut Winardi (1989:132) “ Manajemen pemasaran merupakan suatu proses di mana dianalisis, direncanakan, dilaksanakan, serta diawasi program-program pemasaran yang didesain untuk: menciptakan, mengembangkan serta memelihara manfaat serta relasi antara perusahaan dan pasar sasaran (target market) dalam rangka usaha perusahaan mencapai tujuannya”.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran merupakan pedoman yang terorganisir dalam memasarkan hasil produksi guna menuju tercapainya tujuan perusahaan.

2.2.2. Pengertian Bauran Pemasaran
Menurut Philip Kotler (1995:41) “Bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran.”
Menurut Sofjan Assauri (1988:180) Bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.”

Menurut Basu Swastha (1990:78) “Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni: produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.”
Sedangkan menurut Soehardi Sigit (2002:72) “Bauran pemasaran yaitu kegiatan-kegiatan pemasaran yang terdiri atas penyajian produk, penetapan harga, penyampaian produk dan cara promosinya.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkam bahwa bauran pemasaran merupakan suatu perpaduan antara empat variabel (produk, harga, promosi, dan distribusi) yang digunakan untuk mempengaruhi konsumen agar konsumen tertarik, senang dan membeli suatu produk. Konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan dan keinginan terhadap konsumen. Penggunaan konsep pemasaran bagi perusahaan menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Konsep pemasaran memasukkan tiga elemen pokok yakni:
a Orientasi konsumen, menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi, memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualannya, menentukan produk, program pemasarannya mengadakan penelitian untuk mengukur, menilai keinginan mereka, menetukan dan melaksanakan strategi yang baik.
b Volume penjualan yang menguntungkan, tujuan pemasaran memperoleh laba dengan memberikan kepuasan konsumen. Perusahaan dapat menyediakan dan menjual barang dan jasa yang paling baik dengan harga yang layak semua memiliki tujuan untuk memperoleh laba dengan memberikan kepuasan yang lebih besar pada konsumen.
c Koordinasi dan intergrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan setiap orang/bagian yang berkecimpung dalam suatu usaha yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga tujuan terealisir.
Jadi konsep pemasaran: sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial untuk kelangsungan hidup perusahaan.
Sitem pemasaran: kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, ide, barang, jasa, orang dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membantu hubungan perusahaan dengan pasarnya. Dalam sistem pemasaran ini juga terdapat faktor yang saling tergantung dan saling berinteraksi satu sama lain, faktor tersebut adalah:
 Organisasi yang melakukan tugas-tugas pemasaran.
 Sesuatu (barang, ide, jasa, orang) yang sedang dipasarkan
 Pasar yang dituju.
 Para perantara yang membantu dalam pertukaran (arus) antara organisasi pemasaran dan pasarnya.
 Faktor lingkungan.

2.1.1. Produk
Pengertian produk menurut Philip kotler (1992) adalah
Apa saja yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan,dikonsumsi, sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Sedangkan Jerome Mc Carthy dan William Perrealt (1993) mendefinisikan sebagai berikut :
Produk adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang ditawarkan suatu perusahaan. Jadi produk adalah segala sesuatu yang lengkap dengan berbagai atributnya yang dapat menghasilkan kepuasan pemakainya. Jadi produk adalah kemampuan produk itu untuk menghasilkan kepuasan yang diharapkan konsumen.
Produk atau barang dapat digolongkan menjadi dua, seperti yang dikemukakan oleh Basu Swatha (1992) meliputi :
a Barang Konsumsi : merupakan barang yang dibeli untuk tujuan konsumsi guna memenuhi/memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia dimana pembelinya merupakan konsumen akhir.
b Barang Industri : merupakan barang yang dibeli dengan tujuan untuk diproses lebih lanjut sampai menjadi barang jadi dan secara layak dapat digunakan atau dimanfaatkan dan biasanya barang ini untuk kepentingan industri.

2.1.2. Harga
Menurut Basu Swastha (1979) adalah :
Merupakan jumlah uang (ditambah beberapa kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Sedangkan menurut Rustam Efendy (1986) sebagai berikut :
Syarat-syarat kebijaksanaan harga terpisah dan berbeda dari penentuan tingkat harga karena kebijaksanaan yang ada dapat sama, untuk harga yang berlainan dan perbedaan kebijaksanaan dapat dipakai untuk harga yang sama.
Jenis-jenis penetapan harga antara lain :
A Penetapan harga di bawah harga saingan
Metode ini digunakan pengecer dan perusahaan sering tidak mengetahui keadaan tersebut. Mereka mempunyai suatu prinsip mark up yang rendah akan menghasilkan volume penjualan yang tinggi. Metode ini merupakan cara yang baik bagi perusahaan untuk memasuki pasar baru.
B Penetapan harga sama dengan harga saingan.
Sering dijumpai adanya penjualan yang menetapkan harga sama dengan yang lainnya saingan. Cara ini akan lebih menguntungkan pada saat harga konsumen tinggi dan biasanya digunakan untuk barang-barang yang standart.
C Penetapan harga di atas harga saingan.
Metode ini digunakan oleh perusahaan yang sudah memiliki reputasi/perusahaan yang menghasilkan barang prestise. Hal ini disebabkan karena konsumen kurang memperhatikan harga dalam membeli tetapi lebih memperhatikan kualitas/prestise yang akan diperoleh dari barang tersebut.
Jika harga yang ditetapkan oleh produsen layak, dengan demikian harga yang diterima/diberikan kepada konsumen akan beberapa kepuasan antara lain dapat melakukan pembelian sesuai dengan daya belinya dan dapat melakukan pembelian sesuai denagn kebutuhannya. Dan untuk itu diperlukan tinjauan atau pertimbangan bagi perusahaan adalah :
1. Meningkatkan penjualan.
2. Mempertahankan dan memperbaiki market share.
3. Stabilitasi harga
4. Mencapai laba maksimal, dan sebagainya.
Ada beberapa keputusan harga termasuk harga tertentu yang dibebankan pada masing-masing produk dan jasa yang dipasarkan. Untuk keputusan dan masalah tersebut cukup sulit ditentukan oleh perusahaan yang berbagai macam produk karena setiap jenis produk memerlukan penetapan harga yang berbeda-beda, apalagi kondisi persaingan sekarang ini sangatlah ketat maka perusahaan dituntut untuk meningkatkan efesiensi cara produksinya dan menekan harga. Di dalam penetapannya dibutuhkan beberapa tahapan yang meliputi :
1. Mengestimasi permintaan untuk barang tersebut.
2. Mengetahui lebih dulu reaksi dalam pesaingan.
3. Menentukan market share yang dapat diharapkan.
4. Memilih strategi harga untuk mencapai target.
5. Menghitung keseluruhan biaya produksi dan menentukan berapa tingkat keuntungan yang akan dicapai.
6. Memperhatikan berapa daya beli konsumen.
7. Memperhatikan berapa tingkat harga yang ditawarkan pesaing.

2.1.3. Promosi
Menurut Basu Swastha DH (1990) sebagai berikut :
Arus informasi/persuasi satu arah yang mengarahkan seseorang atau organisasi pada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam perdagangan.
Sedangkan menurut Philip Kotler (1998) dialih bahasa oleh Harijati Purwoko sebagai berikut :
Promosi penjualan : Kegiatan selain personal selling, periklanan, publisitas yang menstimulir pembelian para konsumen dan efektifitas para dealer seperti peragaan, demontrasi, pertujukan pameran dan lain-lain. Jadi promosi : arus informasi/persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang/organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Fungsi-fungsi advertensi dalam pemasaran adalah :
1. Membantu dan memperkenalkan barang baru dan kepada siapa/dimana barang itu dapat diperoleh.
2. Membantu ekspansi pasar.
3. Membantu dan mempermudah penjualan yang dilakukan oleh penyalur dalam mengenalkan adanya barang tertentu/baru.
4. Memberikan keterangan/penjelasan kepada pembeli atau calon pembeli.
Komunikasi pemasaran : Kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual. Agar bisa menghasilkan penyusunan yang efisien perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut :
1. Rumuskanlah maksud dan tujuan advertensi.
2. Tentukan siapa yang harus memakai produk yang telah dihasilkan.
3. Tentukan hal-hal yang akan dimuat dalam advertensi.
4. Menentukan dan menggunakan hal yang menarik dalam advertensi.
5. Memilih media dimana advertensi akan dimuat.
6. Tentukan biaya pemasangan itu dan pertimbangkan antara biaya dan hasil.
Promosi penjualan : Aktivitas-aktivitas yang bertujuan membuat promosi dan personal selling lebih efektif dan lancar didalam kegiatan memindahkan barang dan jasa ketangan konsumen.
Bauran promosi : kombinasi setrategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi lain yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan. Ada empat variabel yang ada dalam pemasaran yaitu :
1. Periklanan :Bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu. Dalam kegiatan periklanan terdapat dua keputusan penting yang harus diambil yaitu :
a. Menentukan iklan yang harus disampaikan pada pasar yang dituju.
b. Memilih media yang paling sesuai.
2. Personal selling : Presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu calon/lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan. Personal selling terjadi interaksi langsung dengan pembeli, dalam penyampaiannya (berita secara jelas), fleksibel dan bisa mengetahui tanggapan dari calon pembeli.
3. Publisitas : Pendorongan permintaan secara non pribadi untuk suatu produk, jasa ide dengan menggunakan berita komersial didalam media masa dan sponsor yang tidak dibebani sejumlah bayaran secara langsung. Publisitas merupakan usaha perusahaan yang berhubungan dengan masyarakat yang meliputi usaha-usaha menciptakan dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan.
4. Promosi : Kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan, publisitas, yang mendorong pembelian konsumen dan efektivitas pengecer, kegiatan-kegiatan tersebut antara lain peragaan, pertunjukan, pameran, demonstrasi dan sebagainya.
Tujuan promosi berdasarkan pada :
1. Modifikasi tingkah laku,untuk melakukan komunikasi, ide, serta tanggapan pada inovasi baru.
2. Memberitahu, memberikan informasi yang umumnya diberitakan pada tahap-tahap awal munculnya, produk, diversifikasi produk (bisa mengetahui) akan suatu hal baru.
3. Membujuk, calon pembeli diarahkan akan ketertarikan, keunggulan suatu produk sehingga menciptakan kesan yang positif.
4. Mengingatkan, mempertahankan merk dihati konsumen supaya tidak membeli produk lain.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan promosi dari bauran pemasaran adalah :
1. Besarnya dana, kegiatan promosi akan lebih efektif dengan sejumlah dana yang besar dan metode yang digunakan adalah personal selling dan apabila dananya terbatas lebih baik menggunakan media yang bisa menyedot calon pembeli lebih banyak seperti media surat kabar dan lain-lain.
2. Sifat pasar, dapat dibagi beberapa bagian yaitu ;
a. Luas geografis berdasarkan letaknya perusahaan yang berada di lokal mungkin cukup dengan menggunakan personal selling namun untuk perusahaan nasional cukup dengan menggunakan periklanan.
b. Mereka yang memiliki potensi untuk membeli.
c. Mereka yang akan menjadi pembeli/pemakai dimasa depan.
d. Para pedagang.
e. Para pesaing.

2.1.4. Saluran Distribusi
Saluran distribusi menurut Basu Swastha (1979) menyatakan bahwa :
Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen/pemakai.
Adapun menurut The American Marketing Association (1992) bahwa :
Tentang banyaknya lembaga yang ada dalam aliran arus barang. Merupakan suatu struktur unit organisasi perusahaan yang terdiri atas agen, dealer pedagang besar dan pengecer melalui komoditi sebuah produk/jasa yang dipasarkan.
Jadi saluran distribusi adalah : merupakan kelompok atau lembaga yang mengadakan kerja sama antara anggota-anggota yang memiliki tujuan dan untuk mencapai pasar-pasar tertentu yang kegiatannya antara lain meliputi penggolongan produk dan mendistribusikannya. Pada dasarnya saluran pemasaran berorientasi pada keputusan yang menuntut adanya strategi yang meliputi perencanaan umum dalam mengambil keputusan distribusi.
Manajemen saluran : pengembangan strategi yang searah berdasarkan pada berbagai keputusan yang berkaitan untuk memindahkan barang-barang secara fisik maupun non fisik guna mencapai tujuan perusahaan dan di dalam kondisi lingkungan tertentu. Pada setiap perusahaan kegiatan distribusi selalu dilakukan meskipun tidak menggunakan perantara sebagai lembaga dan tidak jarang perantara ini digunakan produsen untuk mendistribusikan hasil produksinya kepada pembeli akhir. Karena itu, saluran distribusi membantu meningkatkan efisiensi distribusi. Beberapa keuntungan menggunakan saluran distribusi (perantara) adalah :
1. Mengurangi tugas produsen dalam kegiatan distribusi untuk mencapai konsumen.
2. Kegiatan distribusinya cukup baik bilamana perantara sudah mempunyai pengalaman.
3. Perantara dapat membantu menyediakan peralatan dan jasa reparasi yang dibutuhkan untuk beberapa jenis.
4. Perantara dapat membantu di bidang pengangkutan sehingga memperingan beban produsen.
5. Perantara dapat membantu di bidang penyimpanan dengan fasilitas gudang.
6. Perantara dapat membantu di bidang keuangan dalam menyediakan sejumlah dana untuk melakukan penjualan secara kredit kepada pembeli akhir.
7. Keuntungan lain yang dapat diharapkan produsen dari perantara.
Ada alternatif saluran yang dapat dipakai dalam penyaluran barang yang ditujukan untuk pasar konsumen, produsen mempunyai alternatif yang sama untuk menggunakan kantor dan cabang penjualan

Sekilas ekonomi Internasional

BAB I
EKONOMI INTERNASIONAL DAN PERTUKARAN


Ekonomi Internasional berusaha memperlajari masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara yang lain

Dengan pertukaran :

1. Pertukaran hasil output satu negara dengan yang lain

2. Pertukaran sarana dan faktor produksi

3. Hubungan kredit ( konsekwensi utang ¬ piutang )

Permasalahan Ekonomi Internasional

1. Pola perdagangan ( ekspor ¬ impor )

2. Harga dasar ekspor ¬ impor

3. Manfaat perdagangan internasional

4. Pengaruh makro perdagangan internasional

5. Mekanisme neraca pembayaran

6. Politik perdagangan luar negeri

7. Persekutuan perdagangan dan modal luar negeri

8. Pengalihan teknologi

Pertukaran atau Perdagangan

Merupakan proses tukar menukar atas kehendak sukareala dari masing-masing fihak (saling menguntungkan)

1. Pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri

2. Naiknya kepuasan ( gains from trade )

Pembagian manfaat :

Ditentukan oleh kekuatan masing-masing fihak dalam proses tawar menawar (bergaining power)dengan

sayarat minimal tidak ada pihak yang dirugikan

Dasar Pertukaran ( Terms of Trade ) Dengan menggunakan " harga relatif atau rasio harga "

Tergantung pada pembagian manfaat dari pertukaran dengan indikator naiknya kepuasan.




KEUNGGULAN KOMPARATIF


KEUNGGULAN MUTLAK ( KLASIK ) ( ABSOLUTE ADVANTAGE )

Negara yang mengekspor barang tertentu, karena dapat memproduksi dengan biaya yang mutlak lebih murah ketimbang negara lain. Mendesak ke arah spesialisasi dalam produksi.

Keunggulan Komparatif ( Comparative Advantage )

Suatu negara akan mengekspor barang yang memiliki keunggulan komparatif tinggi dan mengimpor barang dengan keunggulan komparatif rendah. Ditentukan oleh :

1. Batas kemampuan produksi ( Production Possibility Frontier / PPF)

2. Batas kemampuan konsumsi ( Consumption Possibility Frontier / CPF )

HARGA RELATIF atau RASIO HARGA atau DASAR PERTUKARAN

Ditentukan oleh tarik menarik antara kekuatan ekonomi dari kedua belah pihak sesuai dengan hukum "Permintaan Timbal Balik" ( The Law of Reciprocal Demand ) dari John Stuart Mill

Manfaat Potensial Perdagangan ( Potential Gains of Trade )
Akan menggeser garis CPF ke atas dan dengan semakin besarnya peningkatan atau kenaikan berarti semakin besar manfaat perdagangan tersebut.

Jadi, semakin baik dasar pertukaran yang diperoleh suatu negara semakin besar bagian manfaat potensial yang diperoleh negara tersebut.

Hukum Permintaan Timbal Balik

Memperngaruhi kekuatan tawar menawar ( Bergaining Power ) dari suatu negara :

1. Lemah, akan mengakibatkan ketergantungan

2. Kuat, relatif dapat mandiri

Ditentukan oleh permintaan dari kebutuhannya pada negara lain dan permintaan negara lain terhadap barang-barang unggulannya.

BIAYA KOMPARATIF

Biaya yang dipergunakan sebagai ukuran efisiensi dan perbandingan keunggulan antar negara,sebagai penentu pola dan spesialisasi produksi.

1. Kasus Lebih Dari Dua Barang

Memperbandingkan biaya perunit pada kedua negara dengan penyeragaman kurs atau dalam satuan biaya produksi salah satu negara.

Dapat digambarkan dalam skala atau rentang keunggulan dengan batas ( cut off points ) sebagai acuan ekspor dan impor.


2. Peranan Alat Tukar dan Kurs Devisa

Kurs devisa merupakan angka perbandingan antara nilai satu mata uang dengan mata uang lainnya. Berguna sebagai salah satu penentu batas keunggulan, dengan nilai :

- Devaluasi ( Undervalue ), nilai turun dan akan memperluas batas keunggulan
- Revaluasi ( Overvalue ), nilai naik dan menyempitkan rentang atau batas keunggulan.

3. Banyak Negara

Menjual pada konsumen akhir belum tentu menghasilkan manfaat pertukaran yang optimal,

sedangkan perdagangan bilateral akan menyebabkan ketergantungan dan menimbulkan biaya

ekonomi.Terdisi dari Tenaga kerja, Sumber daya alam, Modal dan Kewira usahaan.

Menimbulkan perbedaan dalam keunggulan komparatif.

Contoh Model dari Heckscher ¬ Ohlin, dengan asumsi :

1. Dua faktor produksi ( tenaga kerja dan modal)

2. Dua barang dengan kepadatan faktor produksi yang berbeda

3. Dua negara dengan dua faktor produksi yang berbeda

Catatan :

Paradoks Leontief :

Amerika Serikat mengeskpor barang-barang yang cenderung padat karya, walaupun negara
tersebut berproduksi dengan mayoritas pada modal. Bertujuan untuk kesejahteraan rakyat (
kesempatan kerja ).

Skala Ekonomi ( Economies scale )

Bila output yang keluar bertambah besar dan biaya produksi per unit menurun. Dengan mengacu pada biaya rata-rata jangka panjang ( long run average cost ). Bila pasar bertambah, maka biaya akan turun sehingga terjadi kelebihan ouput yang diharapkan akan menaikkan ekspor.


Merupakan awal dari keunggulan komparatif dan ditambah dengan :

- Mendahului negara lain dalam memproduksi barang tersebut

- Memiliki pasar domestik yang relatif besar.

- Kemajuan Teknologi

= Sebagai alat menghemat modal ( Capital Saving )

= Menghemat tenaga kerja ( Labour Saving )

= Menghemat bahan mentah ( Resources Saving )
- Pandangan-pandangan Lain

Dengan pandangan radikal/institusional/politik, yang menganalisa perilaku ekonomi dan

dampak politik dari intervensi ekonomi. Kolonialisasi ekonomi ( eksploitasi ekonomi

melalui perdangan internasional )

Selasa, 26 Oktober 2010

silabi perekonomian indonesia

Nama Mata Kuliah : SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
Kode Mata Kuliah : MPK 554
Semester : 1
Jenjang : S1
Dosen : Moh azus shony azar
Pokok Bahasan : Sistem perekonomian Indonesia merupakan mata kuliah jurusan dengan cakupan materi perkuliahan sebagai berikut :

TIU : Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dasar mahasiswa memahami bidang ekonomi, khususnya dalam sistem perekonomian di Indonesia, dengan tujuan umum sebagai berikut :
a. Mahasiswa dapat memahami dasar ekonomi secara ilmiah dan aplikasinya dalam kehidupan manusia, masyarakat dan negara serta perkembangan internasional
b. Mahasiswa dapat memahami berbagai sistem perekonomian yang berkembang di berbagai belahan dunia
c. Mahasiswa dapat menganalisis perekonomian Indonesia dalam sistem ekonomi Internasional
d. Mahasiswa dapat memahami teori, generalisasi, konsep, data, fakta ekonomi yang berkembang sejalan dengan perkembangan IPTEK
e. Mahasiswa dapat memahami koperasi yang berkembang sebagai soko guru perekonomian Indonesia
f. Mahaisiswa dapat memahami pembangunan ekonomi, khususnya di Indonesia
g. Mahasiswa dapat memahami kebijakan ekonomi nasional dan perkembangan politik di Indonesia
TIK :  PERTEMUAN 1

TOPIK :
1. Perkenalan dan informasi prosedur perkuliahan
2. Prosedur dan persyaratan perkuliahan ; kehadiran, tugas, ujian tengah Perkenalan dengan dosen pembina dan mahasiswa peserta mata kukiah
3. dan akhir semester
4. Prosedur dan sistem penilaian
5. Buku pegangan dan referensi lain

 PERTEMUAN 2 dan 3
Topik
1. Konsep dasar ilmu ekonomi sebagai sain dan kebijakan
2. Hubungan ilmu ekonomi dan ilmu lain dan kehidupan
3. Perkembangan dan pemahaman teori ekonomi
4. Tingkat kemakmuran negara
5. Metode ilmu ekonomi

 PERTEMUAN 4 dan 5
Topik
1. Masalah ekonomi
a. Organisasi perekonomian
b. Penggunaan teknologi dan sain
c. Pertumbuhan penduduk
2. Tujuan ekonomi
a. deskriptif dan perspektif
b. pemecahan masalah kehidupan
c. pengangguran, efisiensi, stabilitas, dan distribusi

Sumber :
1. Samuelson A Paul (1972) Economics , Mc Graw-Hill Book company
2. Ace Partadiredja, (1985) Pengantar Ekonomika, Yogyakarta ,BPFE
3. T. Gilarso (1985) Ekonomi Indonesia, Penerbit Kanisius
 Pertemuan 6 , 7 dan 8

Topik

1. Perputaran kegiatan ekonomi Indonesia
2. Produksi, Proses dan sumber produksi
2. Produksi nasional dan domestik Indonesia
3. Pendapatan nasional Indonesia

 Pertemuan 9
Topik
1. Konsumsi dan Distribusi
2. Fungsi Konsumsi , tabungan dan Pembentukan modal nasional
3. Pengeluaran Pemerintah
4. Perpajakan
 Pertemuan 10

Topik
1. Ekonomi dan Perniagaan Internasional
2. Ekonomi Nasional Indonesia dalam perkembangan Global

 Pertemuan 11
Topik
1. Koperasi ; Latar belakang dan perkembangannya
2. Koperasi di Indonesia dan Internasional
 Pertemuan 12

Topik
1. Manajemen Koperasi di Indonesaia
2. Organisasi dan Keanggotaan Koperasi
3. Usaha Koperasi dan pengembangannya dalam Pembangunan Ekonomi

 Pertemuan 12 dan 13
Topik :
1. Ekonomi Pembangunan ; konsep dan teori
2. Ekonomi Pembangunan di Negara ketiga
3. Unsur – Unsur Pembangunan Ekonomi

 Pertemuan 14
Topik
1. Pembangunan Ekonomi Di Indonesia
2. Masalah Pemrataan dan distribusi Nasional
3. Masalah Krisis, Korupsi dan Pengangguran

Alokasi : 16 kali pertemuan
Sumber : Pedoman Universitas islam darul ulum lamongan

Silabi Komputer

Pertemuan Ke Pokok Bahasan Tujuan Instruksional Umum (TIU) Sub Pokok Bahasan Sasaran Belajar Ref.
1. Penjelasan Perkuliahan Penjelasan Perkuliahan Penjelasan materi kuliah yang akan diberikan
Pengenalan Sistem Komputer secara umum dan Pemberitahuan tentang Proyek Pembuatan Makalah tentang Sistem Operasi

2. Pendahuluan Mengetahui konsep dasar komponen komputer Sejarah Perkembangan Komputer
Pengertian umum komputer,
Pemanfaatan Teknologi Komputer pada Kehidupan Manusia,
Perkembangan Teknologi Komputer, Mahasiswa dapat menerangkan tentang konsep komputer dan sejarah perkembangan serta pemanfaatan dalam kehidupan manusia., 1
3. Komponen Utama dan Arsitektur Komputer Mengetahui komponen utama dan bentuk arsitektur sistem komputer Pemahaman Komponen utama pada sistem komputer:
• Hardware,
• Software,
• Data,
• User,
Pemahaman bentuk arsitektur komputer, Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan komponen utama system komputer serta dapat menggambarkan dan memaparkan bentuk arsitektur komputer serta peralatan peripheral komputer.1
4. Jenis Komputer Mengetahui jenis komputer, cara kerja dan contoh penggunaan.Pengenalan Model Komputer saat ini dan prinsip kerjanya dalam mengolah data:
• Supercomputers
• Mainframe Computers
• Minicomputers,
• Personal Computers (PC)
• Hand held Computers Mahasiswa dapat menjelaskan jenis komputer saat ini serta cara kerja dan penggunaannya 1
5. Peralatan Input Mengetahui proses dan jenis peralatan Input Jenis dan cara kerja peralatan Input:
• Keyboard,
• Mouse,
• Trackballs,
• Joystick,
• Pen & Graphics tablet.
• Scanner Mahasiswa dapat menjelaskan konsep proses input ke Komputer, termasuk:
peralatan Input dan cara kerja peralatan Input.. 1, 2
6. Peralatan Output Mengetahui proses Output dan Jenis Peralatan Output Jenis dan cara kerja peralatan Output:
• Monitor: Jenis, karakteristik dan cara kerja
• Jenis Printer,
• Cara Kerja Printer Mahasiswa dapat menerangkan konsep menghasilkan Output Komputer termasuk peralatan Output Komputer 1, 2
7. Representasi Data dan Bilangan Memahami konsep dasar data dan pemrosesan data dalam system komputer. Representasi Data Komputer,
Teori bilangan,
Konversi Bilangan.
Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan representasi data komputer serta konsep Bilangan dan
Konversi Bilangan. 1
8. Alur Pemrosesan Data Memahami konsep alur pemrosesn data di komputer Alur Perosesan Data di Komputer.
Faktor yang mempengaruhi kecepatan pemrosesan data Mahasiswa diharapkan dapat menerangkan konsep alur pemrosesan data dalam komputer serta faktor yang mempengaruhi kecepatan pemrosesan data di komputer 1
9. - 10 Central Processing Unit Mahasiswa memahami konsep kerja pengolahan data di CPU Pengantar Central Processing Unit (CPU),
Unit Pengontrol dan ALU (Arithmetic Logical Unit) dalam CPU,
Operasi pada ALU,
Jenis-jenis Prosesor, Mahasiswa diharapkan dapat menerangkan arsitektur Central Processing Unit dan pemrosesan serta perhitungan dalam CPU. 1, 2
11. Memory Mahasiswa memahami konsep dasar memory dan cara kerja penyimpanan data di memory Jenis Memory dalam komputer: CMOS, RAM, ROM, DRAM, SDRAM, Cache Memory, DIMM;
Prinsip Kerja Memory;
Alokasi data ke Memory;
Sistem Pengalamatan dalam Memory. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan konsep tempat penyimpanan (memory) dan klasifikasi memory serta cara kerja memory 2
12. Tempat Penyimpanan (Storage) Memahami bagaimana data disimpan dalam media penyimpanan data. Kategori Tempat Penyimpanan
Peralatan Penyimpanan Magnetic
• Jenis Penyimpanan Magnetic
• Cara Kerja Penyimpanan Magnetic
• Proses Format Media Penyimpanan
Peralatan Penyimpanan Optic
• Cara Kerja Penyimpanan Optic
• Jenis Penyimpanan Optic Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang konsepe penyimpanan data yang terdiri dari magnetic dan optic. 1,2
13. Standard Ukur Peralatan Komputer Memahami konsep standar pengukuran kecepatan peralatan komputer. Perhitungan unjuk kerja Divais,
Kompresi File
• Teknik kompresi,
• Jenis Kompresi
Perhitungan Rata-rata kecepatan Transfer Data,
Standard Antarmuka Divais,
Tugas:
Membuat artikel tentang pemanfaatan/Implemetasi system komputer yang ada, Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui standar perhitungan kecepatan akses peralatan komputer, proses kompresi dan kecepatan transfer data antar komponen komputer 1, 2
14. Presentasi Makalah Tentang Model Sistem Komputer

Referensi:
1. Peter. Norton, “Introduction to Computer, 4th Edition”, Mc Graw Hill, 2002
2. Ron White, Timothy Edward Down “How Computers Work, 6th Edition”, QUE, 2002.